Dalam rangka menjaga keberlangsungan operasional perusahaan, berbagai kegiatan meliputi eksplorasi, penambangan dan pengolahan komoditas Emas, biji besi, Nikel, Minyak batu bara dan lainnya, yang kemudian dipasarkan keberbagai mitra Perusahaan yang tersebar di berbagai nagara.

Logam berwarna kuning yang padat, lunak dan mengkilat serta mudah di bentuk juga tahan terhadap karat dikenal dengan nama Emas.  Semenjak ditemukan berabat-abat yang lalu digunakan sebagai alat tukar, uang dan alat penyimpanan serta perhiasan.  Keberadaannya di alam dalam bentuk butiran bahkan bongkahan, baik di bebatuan, endapan maupun di bawah tanah.  Saat ini emas juga telah di pergunakan di sector kedokteran maupun elektronika

Batu bara salah satu bahan bakar fosil, yang terbentuk dari endapan organic, utamanya sisasisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatu baraan. Menurut Badan Geologi Nasional Indonesia masih memiliki cadangan batu bara sebanyak 160 miliar ton, yang sebagian besar berada di kawasan hutan konversi. Sementara rata-rata hasil produksi tambang batu bara di Indonesia mencapai 300 juta ton per tahun. Kedepan Perusahaan bermaksut tidak langsung menjual batu batu untuk langsung dibakar, namun akan di konversi misalnya menjadi migas sintetis atau yang lainnya, salah satunya dengan likuifikasi (pencairan) dan gasifikasi (penyubliman).

Unsur kimia dengan simbul Ni dengan nomor atom 28 atau dikenal dengan Nikel, adalah logam yang berkilau berwarna keperakan putih dengan semburat emas. Nikel juga telah banyak digunakan untuk koin juga untuk stainless steel, untuk paduan tembaga, baja, plating dan aplikasi lainnya termasuk sector baterai.
Pasir Besi
Pasir yang memiliki konsentrasi besi yang signifikan atau dikenal dengan pasir besi. Biasanya berwarna abu abu gelap atau berwarna hitam. Pasir ini terdiri dari magnetic, Fe304 juga mengandung sejumlah kecil titanium, silica, mangan, kalsium dan vanadium.
Minyak dan Gas
Data menyebutkan cadangan minyak yang ada di Indonesia tahun 2006 4,44 miliar barel dan cenderung menurun. Pencarian minyak dan gas merupakan upaya yang mahal karena mengandung resiko kegagalan jika tidak menemukan sumber yang tepat. Oleh karena itu usaha penyelidikan dan penjajakan daerah yang potensial mengandung minyak dan gas menggunakan servei geologi, servei geofisika dan pemboran perlu dilakukan.